Detail Publikasi Berita

SMAN 1 SEMIN

0 komentar
Workshop Literasi Digital untuk Gen Z, Bekali Siswa SMAN 1 Semin agar Bijak Memilih Informasi
blog
Workshop Literasi Digital untuk Gen Z, Bekali Siswa SMAN 1 Semin agar Bijak Memilih Informasi

Semin – Perpustakaan SMAN 1 Semin menggelar kegiatan pengembangan perpustakaan melalui Workshop Literasi Digital untuk Gen Z, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan SMAN 1 Semin tersebut diikuti oleh perwakilan siswa kelas X.

Workshop menghadirkan Siti Indarwati, SIP, dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya perpustakaan sekolah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami, memilih, dan memanfaatkan informasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Semin. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah yang diwakili oleh Kepala Tata Usaha SMAN 1 Semin menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi memberikan banyak manfaat bagi siswa. Namun, di sisi lain, siswa juga perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar. Kepala Tata Usaha juga menekankan bahwa perpustakaan memiliki peran yang semakin penting di era digital. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk membaca buku, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan mencari, memahami, dan memanfaatkan informasi secara tepat.

“Anak-anak perlu memiliki kemampuan literasi informasi yang baik. Di tengah begitu banyaknya informasi yang kita temui setiap hari, jangan sampai kita hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga harus mampu memilih dan menggunakannya dengan bijak. Perpustakaan menjadi salah satu tempat untuk membangun budaya belajar dan meningkatkan kemampuan tersebut,” tutur Kepala Tata Usaha SMAN 1 Semin.

Dalam pemaparannya, Siti Indarwati menyampaikan materi mengenai literasi informasi, khususnya bagaimana siswa dapat bersikap bijak ketika memperoleh informasi melalui internet. Siswa diajak untuk tidak begitu saja mempercayai setiap informasi yang muncul di media digital, tetapi mampu menelusuri sumber dan mempertimbangkan kebenaran informasi sebelum menggunakannya maupun membagikannya kepada orang lain. Menurut Siti Indarwati, generasi Z memiliki kedekatan yang sangat erat dengan teknologi dan media digital. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Gen Z harus saring sebelum sharing. Sebelum membagikan informasi, kita harus memastikan terlebih dahulu apakah informasi tersebut benar, sumbernya jelas, dan bermanfaat bagi orang lain,” ujar Siti Indarwati.

Para peserta juga diajak mengenali berbagai bentuk informasi yang beredar di internet serta memahami pentingnya mengecek sumber, membandingkan informasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari literasi informasi yang perlu dimiliki siswa di era digital.

Selain literasi informasi, workshop juga memberikan pengenalan sekaligus sosialisasi mengenai perpustakaan digital ePusda, layanan perpustakaan digital milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul. Melalui layanan tersebut, siswa diperkenalkan dengan alternatif sumber bacaan digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar maupun meningkatkan minat baca.

Pengenalan ePusda sekaligus memperluas pemahaman siswa bahwa perpustakaan tidak hanya berupa ruang dengan koleksi buku cetak. Perkembangan teknologi memungkinkan siswa mengakses bahan bacaan melalui layanan perpustakaan digital secara lebih praktis. Kegiatan berlangsung interaktif. Siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengikuti penjelasan mengenai cara menyikapi informasi yang ditemukan di internet serta pemanfaatan sumber bacaan digital.

Melalui workshop ini, Perpustakaan SMAN 1 Semin berharap siswa tidak hanya semakin dekat dengan perpustakaan, tetapi juga memiliki kecakapan literasi informasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan pembelajaran.

Pesan “saring sebelum sharing” menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan tersebut. Di tengah derasnya arus informasi digital, siswa diharapkan mampu menjadi pengguna informasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.